A Great Story Comes With Great Stupidity : review

Barbershop Story - Sudah, Om. Sudah.


Gue kadang iri sama cewek. Bukan, ini bukan perkara mereka selalu bisa menganggap diri mereka selalu benar dan cowok selalu salah, atau selalu menjadikan PMS sebagai alasan untuk marah-marah ke cowok, atau juga soal mereka bisa dapet 1.7863.089 love di instagram hanya dengan nge-post foto selfie dilengkapi caption yang sama sekali gak nyambung dengan fotonya sedangkan cowok kalo nge-post foto selfie akan di-block massal.

Ini semua soal rambut.

Lebih tepatnya, soal salah potong rambut.

Menurut gue, ada ketidak adilan yang terjadi saat cewek dan cowok salah potong rambut. Cewek akan bertindak penuh drama dan penyesalan saat salah potong, seakan-akan salah potong rambut adalah sebuah akhir dari dunia, padahal mereka sehari-harinya… berhijab.

YAKAN GAK KELIATAN JUGA. HHHHH…

Kalo pun mereka sehari-harinya enggak berhijab, masih banyak model rambut pendek yang membuat mereka tetap tampak cantik.

Sekarang, mari bandingkan dengan cowok.

REVIEW: DEADPOOL, A MERCH WITH MOUTH



[SPOILER ALERT]
Deadpool, film yang bikin penasaran karena promosi-nya epic banget, mulai dari poster yang nyeleneh sampai bikin reklame dari emoji yang kalo orang baca mungkin jadinya SKULLPOOPL.


Hari pertama rilis, tanggal 10 Februari, gue langsung nonton dong, ya!

Yap, Deadpool jadi salah satu film yang masuk daftar wajib gue tonton di tahun 2016 selain film bertemakan superhero lainnya seperti Captain America: Civil War, X-Men Apocalypse, Batman vs Superman, Doctor Strange, Suicide Squad, Fake Taxi.

Tapi, Deadpool sendiri bukanlah film tentang superhero macam Captain America. Ingat, BUKAN SUPERHERO. Tapi dia gak jahat juga, ya gak jelas gitu. Kayak anak SMP pacaran.